Informasi Beasiswa

Informasi Beasiswa - http://limbong.students-blog.undip.ac.id/2010/06/25/informasi-beasiswa/" title="Tweet this!"> Tweet this! Informasi Beasiswa" title="StumbleUpon."> StumbleUpon Informasi Beasiswa&bodytext=

Informasi Beasiswa

" title="Digg this!"> Digg This! Informasi Beasiswa¬es=

Informasi Beasiswa

" title="Bookmark on Delicious."> Bookmark on Delicious Informasi Beasiswa&url=http://limbong.students-blog.undip.ac.id/2010/06/25/informasi-beasiswa/" title=""> Bookmark on Delicious Informasi Beasiswa" title=""> Bookmark on Delicious Informasi Beasiswa" title=""> Bookmark on Delicious Informasi Beasiswa" title=""> Bookmark on Delicious Informasi Beasiswa" title=""> Bookmark on Delicious

font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

A. KERANGKA TEORI

Input :

1. Formulir pasien

2. Formulir catatan kegiatan dokter dan perawat

3. Formulir Pemeriksaan Penunjang

4. Data registrasi rawat inap unit penyakit dalam

5. Formulir sensus harian

Sistem Informasi Rawat Inap Unit Pelayanan Penyakit Dalam

Kualitas Informasi

1. Ketersediaan

2. Mudah dipahami

3. Kesesuaian

4. Kelengkapan

5. Ketepatan waktu

6. Kemudahan akses

7. Akurat

8. Konsisten

1. Pengisian data

2. pemasukan data

3. pegolahan data

4. pembutan laporan

Basis Data

1. Data Pasien

2. Data Dokter

3. Data Perawat

4. Data Ruang rawat unit

penyakit dalam

5. Data Tindakan

6. Data Diagnosa medis

7. Diagnosa keperawatan, tindakan

8. Data Penggunaan Obat

9. Data Pemeriksaan penunjang

10. Data Registrasi

B.

Pendekatan Sistem FAST

1. Studi Pendahuluan

2. Analisis Masalah

3. Analisis Kebutuhan

4. Analisis Keputusan

5. Perancangan Sistem

6. Membangun Sistem Baru

7. Penerapan

8. Evaluasi Sistem

Keputusan Manajemen Pelayanan

Informasi

A. Top Manajemen

1. Informasi efisiensi pemakaian ruangan (BOR,LOS,TOI)

2. Informasi morbilitas (tren 10 besar penyakit)

3. Informasi pemanfaatan pemeriksaan penunjang.

B. Middle Manajemen middle

a. Manajemen Pelayanan medis

1. Informasi diagnosis (diagnosis masuk dan diagnosis keluar RS)

2. Informasi mortalitas (NDR,GDR)

3. Informasi normal dan abnormal pemeriksaan penunjang.

4. Informasi cara keluar

5. Informasi penggunaan obat (obat yang paling sering digunakan, perbandingan obat generik dan obat paten)

6. Informasi pemanfaatan kelas perawatan

b. Manajemen pelayanan keperawatan

1. Informasi diagnosis keperawatan

2. Informasi tindakan perawat

3. Informasi mutu pelayanan keperawatan (dilihat dari kejadian dekubitus, infeksi nasokomial, plebitis pemasangan infus < 3hari

C. Lower manajemen

Bertanggung jawab terhadap kegiatan operasional pelayanan rawat inap penyakit dalam.

Gambar 2.3 Kerangka Teori Penelitian

Keterangan Keputusan manajemen pelayanan

A. Manajemen puncak

Keputusan manajemen puncak lebih megarah ke perencanaan strategis dalam megambil keputusan, factor eksternal lebih berperan dibandingkan dengan factor internal dalam hal ini manajemen puncak hanya menggunakan 15% informasi internal. Keputusan berdasarkan data dan informasi unit penyakit dalam :

1. Jika BOR dibawah standar ideal dan LOS diatas standar ideal dan TOI diatas standar ideal perlu pembuktian terhadap mutu pelayanan dan tingkat kesehatan masyarakat serta melihat fenomena kemana pasien mencari pertolongan medis. Sebaliknya BOR tinggi LOS rendah dan TOI ideal rumah sakit merencanakan strategi pegembangan dan penambahan tenaga kesehatan dan non kesehatan.

2. Pemanfaatan pemeriksaan penunjang, informasi yang akurat untuk menentukan kebijakan pengadaan alat yang lebih efektif, efisien dan berdaya guna.

3. Informasi morbilitas (10 ternd penyakit rawat inap penyakit dalam) kebijakan kearah strategi pelayanan19

B. Middle manajemen

a. Keputusan manajemen pelayanan medic

1. Didapatkan informasi diagnose awal masuk dari IGD dan diagnose pulang. Ketidak sinkronan diagnose awal dan akhir manajemen medic perlu menstandarisasi protocol praktek klinis melalui clinical pathway and critical path untuk meningkatkan mutu pelayanan medic agar tidak membebankan pasien dengan terapy yang tidak rasional, menunggu hasil pemeriksaan penunjang dalam menegakkan diagnosis dan menentukan terapi.2

2. GDR dan NDR hal ini berkaitan dengan mutu pelayanan, jika angka kematian diatas 25/1000 mutu pelayanan medis perlu ditingkatkan, melalui penelitian lanjut evaluasi kematian.20

3. Informasi hasil pemeriksaan penunjang (normal dan abnormal), jika hasil pemeriksaan penunjang ditemukan lebih banyak hasil normal, manajemen perlu mengevaluasi mutu pelayanan penunjang medic atau mengevaluasi mutu pelayanan medic, menentukan standar pelayanan pemeriksaan penunjang dengan tujuan mengurangi biaya yang akan ditanggung pasien akibat pemeriksaan yang tidak tepat.19

4. Informasi cara pasien keluar, informasi ini dibutuhkan untuk mengetahui cara pasien keluar (dirujuk serta alasan dirujuk, pulang paksa atau anjuran) jika jumlah rujukan dan pulang paksa meningkat perlu mengevaluasi mengenai mutu pelayanan medic.

5. Informasi pemakaian obat, kebijakan manajemen pengendalian pemakaian obat secara bijaksana dan menghindari pemborosan, mencegah pemberian obat yang berlebihan sebelum diagnosis ditegakkan, menentukan kebijakan penggunaan rasio obat generic dan obat bermerek, merencanakan pegadaan obat.18

b. Keputusan pelayanan keperawatan.

1. Informasi diagnose dan tindakan keperawatan antara lain; a) merencanakan standar asuhan keperawatan, b) Merencanakan system model keperawatan professional, c) megevaluasi dan merencanakan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan asuhan keperawatan seefektif dan seefisien mungkin, d) pelatihan dan meningkatkan kemampuan perawat melalui jalur pendidikan.

2. Mutu pelayanan (infeksi nasokomial, decubitus, phlebitis pada infuse kurang dari 3 hari), kebijakan keperawatan; a) tindakan universal pre caution perlu ditingkatkan, b) pembuatan standar operasional untuk pemasangan infuse, pencegahan decubitus, c) Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan melalui penerapan penelitian-penelitian terbaru, d) pertemuan studi kasus dan pemecahan masalah, e) Pelatihan perawat tetang pencegahan infeksi nasokomial 22

Tweet this! StumbleUpon Read more »

" title="Digg this!"> Digg This! Read more »

" title="Bookmark on Delicious."> Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious

By limbong, November 15th, 2009,in KESEHATAN DAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN » | 5 Comments »

var infolink_pid = 48144;

seng-iseng nyari bahan postingan, ternyata dapat beberapa postingan yang isinya persis sama, yaitu tentang “bahaya mengintai di balik pemakaian antibiotik”. Coba aja deh, googling dengan keyword “bahaya antibiotik”, anda akan lihat sendiri. Kali ini saya berusaha memberikan penjelasan, menurut apa yang saya ketahui tentang bahaya penggunaan antibiotik.bahaya antibiotik

Antibiotik merupakan obat dengan berbagai macam jenis yang ada sekarang ini, yang bertujuan untuk mengatasi infeksi bakteri dengan mekanisme kerja membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik merupakan racun yang tertakar. Ya…racun yang sangat kuat untuk membunuh mikroba, namun relatif aman untuk manusia.

Kembali ke posting tentang bahaya antibiotik. Dikatakan di sana bahwa antibiotik dapat mempengaruhi bakteri usus, menyebabkan diare, reaksi alergi kulit, bahkan mempengaruhi efektifitas pil KB. Pada keadaan tertentu, bisa timbul resistensi bakteri. Hmmm, benar nggak ya ? berikut penjelasan yang bisa saya tulis di sini.

Kapan anda perlu antibiotik ?

Kayaknya saya perlu membahas ini di awal, karena menurut saya inilah yang paling penting anda ketahui, kapan anda perlu antibiotik.

Jika dokter anda meresepkan antibiotik, berarti anda dianggap menderita penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri, tentunya dari pemeriksaan fisis, dan penunjang seperti laboratorium darah, kultur, dan sebagainya.

Seorang dokter yang baik akan mempertimbangkan apakah memang perlu untuk meresepkan antibiotik untuk anda, ataukah cukup dengan memberikan obat lainnya. Sebab tidak semua penyakit dengan demam perlu diterapi dengan antibiotik. Sebagai contoh bayi yang kurang mendapat asupan ASI dari ibunya bisa jadi demam. Yang menyebabkan demamnya pada hal ini adalah dehidrasi, bukan infeksi. Anak yang menderita batuk, pilek yang tidak khas, bisa saja menderita common cold yang penyebab utamanya adalah virus, tentunya tak ada guna dengan antibiotik.

Atau kadang obat antibiotik diberikan juga untuk pencegahan. Jika memang ada alasan untuk pencegahan yang benar, misalnya untuk pasien yang akan menjalani operasi saluran cerna, yang sangat beresiko bakteri saluran cerna masuk lewat luka operasi yang dibuat, lalu beredar ke seluruh tubuh, maka dokter bedah biasanya memberikan instruksi pemberian antibiotik beberapa waktu sebelum operasi.

Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan antibiotik ?

Sangat banyak. Namun yang perlu anda ketahui tentang efek samping, yaitu dia tidak mesti timbul. Artinya dari segala macam yang tertera di buku tentang efek samping antibiotik, tidak ada panduan yang mana yang akan anda derita, itu sangat subyektif. Juga tidak beralasan untuk tidak meminum antibiotik yang diresepkan dengan alasan menghindari efek samping. Kita tidak akan pernah tahu kapan efek samping akan muncul. Dokter hanya akan memberi peringatan bagi pasien kalau-kalau dia merasa demikian dan demikian, maka bisa jadi itu efek samping yang timbul.

Kecuali, alergi. Jika anda pernah mengalami alergi dengan salah satu antibiotik, besar kemungkinan anda akan mengalaminya lagi jika diberikan antibiotik yang sama. Yang paling ditakutkan adalah syok anafilaktik, yaitu reaksi alergi yang sangat serius, berupa penurunan tekanan darah drastis, kegagalan jantung memompa, yang berakhir pada kematian.

Yang jelas, meminum antibiotik tidak sesuai indikasi, apalagi beli sendiri, sangat beresiko tinggi menimbulkan efek samping. Dan anda tidak tahu bagaimana menanganinya bukan ?

Adapun penggunaan antibiotik dalam waktu yang lama, memang sangat mungkin untuk menimbulkan efek samping berupa reaksi alergi, pertumbuhan jamur, gangguan fungsi organ seperti hati, ginjal, atau organ pendengaran. Yang jelas, penggunaan antibiotik dalam jangka waktu yang lama haruslah di bawah pengawasan dokter yang berkompeten, dan tahu efek yang bisa timbul dari obat yang diberikannya.

Mungkinkah sembuh tanpa penggunaan antibiotik ?

Pernah dulu, setelah menulis resep dan memberikannya , seorang pasien bertanya pada saya “Apa saya diberi antibiotik dok ?, soalnya setiap kali saya berobat, selalu ada antibiotiknya ”. Yang saya pahami adalah pasien ini khawatir tidak akan sembuh tanpa diberi antibiotik, karena selama ini dia selalu diberi dan ternyata selalu sembuh.

Sebagaimana telah saya singgung di atas bahwasanya tidak semua penyakit yang anda derita adalah penyakit akibat infeksi bakteri. Common cold malah bisa sembuh dengan sendirinya, jika memang perlu obat, paling hanya obat simptomatis yang berfungsi menghilangkan gejala yang mengganggu. Ingat bahwa tubuh anda punya antibodi alami yang fungsinya untuk melindungi anda dari segala macam penyakit. Jangan buat mereka lemah dengan terus menerus mengirim bantuan pasukan keamanan yang bernama antibiotik. Tentunya sesuai keadaan lho ya, kalau memang indikasi, ya… apa boleh buat, anda harus minum antibiotik.

Saya sudah sembuh, antibiotiknya masih sisa banyak, minum gak ya ?

Anda belum tentu sembuh sepenuhnya. Hilangnya gejala tidak berarti sebagian besar mikroba penyebab infeksi sudah mati. Jika anda berhenti minum antibiotik pada titik ini, apa yang bisa terjadi ? Resistensi. Bakteri punya kemampuan untuk mengubah diri sesuai tantangan yang ia terima, dengan mengubah struktur dinding selnya, ribosom, atau metabolismenya. Lebih lanjut baca tentang resistensi mikroba.

Tinggalkan sisa antibiotiknya, dan lain kali anda meminum antibiotik yang sama, mungkin sudah tidak mempan lagi. Mikroba itu pintar lho, jangan sampai mereka lebih pintar daripada anda.

Tweet this! StumbleUpon Read more »

" title="Digg this!"> Digg This! Read more »

" title="Bookmark on Delicious."> Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious

Improve the web with Nofollow Reciprocity.